Tim Pengmas PS Agrobisnis Perikanan UB Adakan Pengenalan Budikdamber

Tim Pengmas PS Agrobisnis Perikanan UB Adakan Pengenalan Budikdamber

Tim Pengmas Dosen Program Studi AP Tahun 2023 sebanyak 9 dosen dan mahasiswa yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Pudji Purwanti, MP mengadakan kegiatan pemenuhan protein ikan melalui pengenalan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) Di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang yang dimulai pada bulan Juli – Oktober 2023.

Pengenalan Budikdamber Ikan Lele

Pudji mengatakan, salah satu faktor utama dalam penentuan kualitas sumberdaya manusia adalah status gizi masyarakat. Status gizi masyarakat juga akan menentukan status Kesehatan penduduk dalam suatu wilayah tertentu. Strategi yang direncanakan salah satunya adalah percepatan perbaikan gizi masyarakat untuk pencegahan dan penanggulangan permasalahan gizi melalui penguatan advokasi, komunikasi sosial dan perubahan perilaku hidup sehat terutama mendorong pemenuhan gizi seimbang berbasis konsumsi pangan. Salah satu pemenuhan gizi keluarga adalah penyediaan protein ikan dan sayuran yang dapat disediakan oleh rumahtangga itu sendiri, melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang dapat dilakukan oleh rumahtangga. Tujuan dari penyuluhan ini adalah memberikan pengetahuan tentang pentingnya memenuhi gizi keluarga melalui protein ikan utamanya ikan lele serta memberikan percontohan cara budidaya lele dan sayuran dalam ember untuk pemenuhan gizi keluarga.

Praktek Budikdamber Ikan Lele

Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan mitra pada yaitu PKK Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang maka dikemukakan bahwa permasalahan yang perlu medapatkan perhatian adalah jauhnya lokasi dari pasar, sehingga mempersulit ketersediaan ikan konsumsi untuk mencukupi protein hewani. Berdasarkan penyuluhan yang dilakukan pada tahun 2022 tentang pengolahan ikan pada ibu PKK di Desa Karangwidoro untuk pencegahan stunting pada balita, diperoleh keinginan ibu-ibu untuk dapat menyediakan bahan baku ikan pada lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Hal ini diperlukan mengingat letak Desa Karangwidoro jauh dari pasar dan lokasinya didaerah perkebunan. Solusi yang dirumuskan antara lain usaha untuk menyediakan konsumsi protein hewani berasal dari ikan lele melalui budidaya ikan dalam ember. Ikan lele merupakan ikan yang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dan mampu hidup didaerah dataran rendah maupun tinggi serta mampu hidup pada daerah yang minim akan air. Selain itu, ikan lele memiliki toleransi suhu udara yang tinggi sehingga mudah dibudidayakan [mft].

Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Penyuluhan Tentang Gizi Anak Dan Pengolahan Ikan Di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Pengetahuan Tentang Gizi Anak

Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang [22/9] merupakan salah satu daerah dengan jumlah anak balita yang cukup besar. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan mitra pada yaitu ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Dasawisma di daerah ini dikemukakan bahwa permasalahan yang perlu medapatkan perhatian adalah kurangnya minat balita untuk mengkonsumsi dan menyukai ikan yang memiliki kandungan gizi lengkap.

Tiwi Nurjannati Utami, S.Pi, MM selaku ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa permasalahan kurangnya minat balita terhadap ikan karena kurang beragam dan kurang menariknya olahan ikan yang disajikan. Selain itu belum lengkapnya pengetahuan ibu tentang gizi ikan juga mengurangi upaya ibu untuk memenuhi kebutuhan balita dengan pangan berbahan dasar ikan.

Unsur gizi merupakan salah satu faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak dalam upaya pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas, yaitu manusia yang sehat, cermat dan produktif. Maka salah satu solusi yang dirumuskan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan usaha menarik anak-anak agar menyukai ikan, yaitu dengan mengedukasi mereka dengan informasi-informasi tentang pentingnya makan ikan. Sedangkan bagi para orang tua anak, perlu diberikan informasi berupa penyuluhan tentang pemenuhan gizi bagi anak, serta diberikan ketrampilan untuk dapat mengolah ikan dengan cara yang higienis, sehat serta menghasilkan olahan ikan berupa makanan ringan bergizi tinggi.

Pada kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian bekerjasama dengan kelompok Dasawisma PKK Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau. Kegiatan pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Metode penyuluhan menggunakan penyuluhan secara langsung dan demonstrasi secara tatap muka. Penyuluhan secara langsung digunakan untuk menyampaikan materi tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi balita. Demonstrasi digunakan untuk menyampaikan materi tentang cara pembuatan olahan ikan, yang dilengkapi dengan video yang telah disiapkan oleh tim pengabdian.

Materi tentang pemenuhan gizi anak diberikan mengacu pedoman tentang pencegahan stunting dari Kementerian Kesehatan dan literatur terkait. Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi membuat olahan ikan sebagai bahan pangan bergizi tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Mengingat sebagian besar audiens adalah ibu-ibu berusia produktif dan berpotensi untuk berkontribusi menambah pendapatan keluarga maka diberikan materi tambahan berupa cara memasarkan produk olahan ikan melalui media sosial.

Para audien antusias mengikuti materi, terlihat dari tanya jawab aktif ketika penyuluhan berlangsung. Selain itu tim pengabdian membuka layanan pembimbingan sebagai tindaklanjut kegiatan penyuluhan tentang pengolahan dan pemasaran produk olahan ikan melalui kontak tim dasawisma. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut pada pemberdayaan ibu-ibu di daerah binaan tersebut yang sebagian besar tidak bekerja di sektor formal [tnu].